http://www.gainscope.com/fx/

invest $500-$1000 saran terkecil $250

bisa main mini bahkan micro.
kalau menggunakan micro account 0.01 lot (yang per pointnya = $0.1)

Ajukan permohonan Bebas Bunga (bebas biaya inap)
Ajukan pula permohonan perubahan leveragenya ke 1:400
maka modal $500 bisa menahan sekitar hampir 5000 point
kalau modal $1000 bisa menahan sekitar hampir 10000 point

kalau yang 0.1 lot maka $500 bisa hingga hampir 500 point . Jadi untuk menahan hingga 100 pip bisa

tapi ingat ya, trading forex bukan dihitung dari berapa pip anda bisa menahan, karena kalau pakai cara tahan tahan begini maka gimana2 pun pasti ujung2nya akan ludes lo

Lebih baik utamakan risk management ya , yaitu usahakan risk jangan lebih dari 3%

 

Nah jika ingin aman maka investlah di produk2 Bank di Indonesia yang terjamin oleh Pemerintah dan yang terdaftar di Bapepam ya.

Contoh produk investment yang bagus itu adalah:
– Reksadana (pilih produk yang dari Schroder, BNP Paribas, Manulife)
– Sukuk
– Obligasi Saham dari perusahaan2 yang sudah solid
– Obligasi Pemerintah (Indonesia Bond / ORI)
– Dividen Saham dari saham2 bluechip itu juga bisa

 

4 jenis broker forex online yang paling sering dipakai oleh para Trader dalam bertransaksi atau bertrading forex, yaitu broker Konvensional, Non Dealing Desk (ECN / STP / DMA), Dealing Desk, dan Hybrid.

1.BROKER NON DEALING DESK

Broker yang dimana order adalah diteruskan langsung kepada pasar,  lembaga keuangan atau bank-bank besar, ataupun kepada broker lain. Biasanya spread di broker jenis Non Dealing Desk adalah bersifat berubah-ubah (fluktuatif) bergantung kepada pasar yang sesungguhnya.

Broker jenis Non Dealing Desk cocok untuk para trader profesional , karena sangat adil, tanpa manipulasi dan user bertrading melawan pasar yang sesungguhnya dan bukan melawan broker atau bandar. dibagi menjadi 3 , yaitu ECN Broker, STP Broker dan DMA Broker.

  1. ECN Forex Broker (Electronic Communication Network) para user dapat terjun secara langsung dan ikut berpartisipasi ke dalam pasar yang sesungguhnya yang dimana ikut bercampur pula dengan partisipan lain di dalam pasar tersebut seperti para Bank, Pemerintah, Institusi maupun Trader Perorangan  yang dimana mereka saling berinteraksi Jual dan Beli secara bersamaan tanpa adanya suatu intervensi dari pihak broker ataupun dealer (dealing desk). Biasanya pihak perusahaan broker hanya mendapatkan keuntungan dari komisi ataupun dari mark-up spread.  Di jenis broker ECN kondisi yang digunakan adalah kondisi sesungguhnya yang terjadi di pasar dan tanpa dibuat-buat. Broker ECN bekerja dengan mempertemukan penjual dan pembeli secara nyata (via online, realtime), serta bukan melawan broker/bandar dalam melakukan Buy dan Sell nya.
  2. STP Forex Broker (Straight Through Processing) sebagai jembatan yang menghubungkan dengan perusahaan broker lain selaku likuiditornya . Biasanya eksekusi order dari broker jenis STP adalah diteruskan kepada para broker besar  (institusi besar) ataupun kepada beberapa broker ECN . Tetapi jika order dari broker STP tersebut diteruskan kepada broker yang berjenis Dealing Desk maka order dari broker STP tersebut bergantung kepada broker yang ditujunya tersebut. Dan untuk broker jenis STP sistem transaksi ordernya menggunakan basis quota dari para liquiditornya
  3. DMA Forex Broker (Direct Market Access) yaitu suatu broker yang cara kerjanya hampir sama dengan broker berjenis ECN dengan campuran STP, tetapi bedanya di broker DMA adalah terikat kontrak dengan suatu liquiditor tertentu, serta menggunakan sistem transaksi dengan basis Best Rate dari para liquiditornya. selain itu ada beberapa hal lain yang membedakannya. Selengkapnya mengenai DMA Broker dan perbedaannya dapat disimak di : DMABroker.com

Umumnya disarankan menggunakan broker berjenis STP ataupun DMA untuk kenyamanan anda bertrading dan lebih fleksibel.

 

2. BROKER DEALING DESK

Sama aja kaya BANDAR, jangan dah.

Cirinya : mudahnya trf uang dgn pihak ke 3/perorangan, menggunakan voucher, Liberty Reserve, Pendaftaran yg mudah tanpa verifikasi,leverage tinggi (1:1000), spread rendah (1pip fixed), menawarkan bonus fantastis.

Hati-hati dengan pernyataan dari broker bucket shop yang seringkali memberikan pernyataan salah dan menyesatkan mengenai sistem mereka, seperti mereka menyatakan bahwa mereka adalah broker berjenis ECN, DMA ataupun STP tetapi kenyataannya mereka adalah Dealing Desk yang bersistem bandar bahkan lebih parah, hal ini semata-mata bertujuan untuk menipu dan menarik minat masyarakat awam agar bertrading di tempat mereka, padahal kenyataannya mereka BUKAN ECN , DMA ataupun STP yang sebenarnya. Oleh karena itu peran Regulasi SANGATLAH PENTING.

Regulasi yang benar dan kredibel untuk suatu perusahaan Broker dengan pasar Internasional yaitu (pastikan terdaftarnya di kategori pialang / FCM) : NFA, CFTC, FSA (FCA), ASIC (selengkapnya lihat di daftar regulasi). Broker dealing desk seringkali disebut sebagai para bandar (dealers).

 

3. HYBRID BROKER

Broker ini adalah merupakan kombinasi antara jenis broker ECN/STP/DMA dengan broker Dealing Desk. Umumnya broker Hybrid mempunyai suatu aturan dalam melempar order ataupun berdasarkan dari jenis akun yang digunakan.

Sebagai Contoh: Jika besaran Lot anda , ataupun Frekuensi , ataupun Equity anda dibawah nilai XXX maka anda dieksekusi di sisi Dealer, tetapi jika diatas itu akan dieksekusi di jenis STP ataupun ECN atau DMA. Sebenarnya sulit untuk mengetahui bahwa broker ini termasuk bertipe Hybrid ataupun tidak. Hal ini hanya dapat anda rasakan dengan mencobanya ataupun berdasarkan dari reputasi broker tersebut dan regulasinya.

 

AKUN DEMO vs LIVE ACCOUNT

Akun di demo tidak akan sama dengan penggunaan di akun yang sesungguhnya (live account) , sehingga jika kondisi di demo anda berjalan dengan baik maka tidak menjamin bahwa real account anda juga akan sama, terutama di broker yang berjenis bucket shop. Sehingga untuk mengetahui benar broker tersebut maka haruslah dicoba melalui kondisi live account.

 

TIPS: Berikut adalah link dari situs CFTC .gov (milik pemerintah Amerika Serikat) mengenai kondisi keuangan dari perusahaan finansial besar termasuk di dalamnya perusahaan Forex kelas premium yang diaudit secara transparan dan secara berkala.  KLIK DISINI

(bila perusahaan Broker Forex anda termasuk di dalam daftar CFTC tersebut, maka bisa dipastikan mereka lebih aman. Karena biaya untuk bisa terdaftar di regulasi NFA/CFTC di kategori FCM membutuhkan setidaknya $20 juta. Dan bila melanggar maka mereka berpotensi kehilangan $20 juta tersebut (Rp.200 Millyar), sehingga mereka lebih aman dan lebih berkualitas daripada yang tidak terdaftar)

Perusahaan Forex yang benar harus memiliki ijin sebagai perusahaan pialang di suatu badan regulasi dari pemerintah setempat, dan berikut adalah daftar Badan Pengawas (regulator) dari suatu perusahaan Sekuritas ataupun Forex :

-NFA/CFTC di kategori Futures Commission Merchant atau FCM (USA)

-Financial Services Authority – FSA UK (Inggris) di kategori Non EEA. Sekarang telah berubah nama menjadi FCA.

-MIFID (Uni Eropa).

-MFSA (Malta – Eropa)

-ARIF/Polyreg, dan harus berbentuk Bank (Swiss)

-Bappebti/Bapepam (Indonesia)

-IDA/BCAC/OSC/CSA/MFDA/Investment Industry Regulatory Organization of Canada – IIROC (Canada)

-SC (Malaysia)

-ASIC (Australia)

-Financial Services Agency/Japan Securities Dealers Assiciation/SESC (Jepang)

-Monetary Authority of Singapore – MAS (Singapore)

-DGCX/DMCC/DFSA (UAE/Dubai)

-Securities and Futures Commission – SFC (Hongkong)

-CSRC (China)

-SEBI (India).

 

Contoh beberapa negara yang tergolong offshore dan masih belum mempunyai regulasi yang baik dan memadai: Rusia, Mauritius, British Virgin Island (BVI), Seychelles, Cayman Island, New Zealand (selandia baru), Panama, Filipina, Afrika, Ireland (Irlandia), Costa Rica, Meksiko, Canada di teritorial tertentu, Columbia, Nigeria.

biasanya broker legal tidak bisa bermodalkan dengan dana dibawah $200 dan membutuhkan verifikasi yang ketat karena untuk faktor keamanan, Serta jangan mudah percaya dengan review dari web-web review milik swasta yang independent seperti Earnforex, Ratingfx,